Circle of Competence Bastiat & Hyperinflation Studies Sesi 3 adalah ruang konfirmasi strategi Bitcoin melalui kacamata dampak yang terlihat dan yang tidak terlihat. Inspirasi intelektualnya merujuk pada pemikiran Frédéric Bastiat, khususnya gagasan tentang “ce qu’on voit et ce qu’on ne voit pas”—apa yang tampak di permukaan dan apa konsekuensi tersembunyinya.
Dalam sesi ini, pembelajar tidak hanya membahas strategi Bitcoin dari sisi potensi kenaikan nilai, tetapi juga menganalisis efek jangka panjang kebijakan moneter, distorsi harga, dan transfer kekayaan tersembunyi akibat inflasi. Studi kasus hiperinflasi seperti Zimbabwe dan Venezuela menjadi bahan refleksi: bagaimana keruntuhan mata uang fiat menghancurkan tabungan, merusak struktur bisnis, dan mengubah perilaku ekonomi masyarakat.
Peserta diminta mengonfirmasi apakah strategi Bitcoin yang mereka susun benar-benar memahami risiko sistemik tersebut. Apakah Bitcoin diposisikan sebagai perlindungan daya beli? Apakah bisnis siap menghadapi pembatasan likuiditas, kontrol modal, atau depresiasi ekstrem? Apa konsekuensi yang “tidak terlihat” dari tidak memegang aset keras?
Diskusi berjalan kritis dan reflektif. Setiap pembelajar mempresentasikan temuan mereka dari materi strategy dan diuji melalui pertanyaan sebab-akibat: jika inflasi meningkat drastis, apa dampaknya pada arus kas? Jika mata uang melemah, bagaimana struktur biaya berubah? Tujuannya bukan menakut-nakuti, melainkan memperluas circle of competence agar strategi Bitcoin tidak hanya rasional di kondisi normal, tetapi juga resilien dalam skenario krisis moneter ekstrem.